
Pendahuluan
Masjid merupakan pusat peradaban Islam yang memiliki peran sangat strategis dalam kehidupan umat. Sejak masa Rasulullah ﷺ, masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, dakwah, musyawarah, dan penguatan ukhuwah Islamiyah. Oleh karena itu, memakmurkan masjid adalah tanggung jawab kolektif kaum Muslimin sebagai wujud keimanan dan kepedulian terhadap syiar Islam.
Al-Qur’an dan hadis Nabi ﷺ memberikan landasan yang sangat kuat tentang pentingnya memakmurkan masjid. Aktivitas ini tidak sebatas membangun fisiknya, tetapi juga menghidupkannya dengan ibadah, ilmu, dan amal sosial. Dengan masjid yang makmur, umat Islam akan memiliki fondasi spiritual dan moral yang kokoh.
Artikel ini membahas konsep memakmurkan masjid berdasarkan Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 18 serta hadis-hadis Nabi ﷺ yang relevan, sekaligus menggambarkan implikasinya dalam kehidupan umat Islam.
Landasan Al-Qur’an: QS. At-Taubah Ayat 18
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 18:
إِنَّمَا يَعۡمُرُ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمۡ يَخۡشَ إِلَّا ٱللَّهَۖ فَعَسَىٰٓ أُوْلَٰٓئِكَ أَن يَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُهۡتَدِينَ
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut kepada siapa pun selain Allah. Maka mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah: 18)
Ayat ini menegaskan bahwa memakmurkan masjid merupakan ciri orang-orang beriman. Iman yang benar tercermin dalam amal nyata, seperti menjaga sholat berjamaah, menunaikan zakat, serta menjadikan masjid sebagai pusat ketaatan kepada Allah. Dengan demikian, memakmurkan masjid adalah indikator kualitas keimanan seseorang.
Landasan Hadis tentang Memakmurkan Masjid
Rasulullah ﷺ memberikan dorongan kuat kepada umatnya untuk memakmurkan masjid. Di antaranya sabda beliau:
مَنْ بَنَىٰ مَسْجِدًا لِلّٰهِ، بَنَى اللّٰهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Barangsiapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang berkontribusi dalam pembangunan dan pemakmuran masjid, baik secara fisik maupun fungsional.
Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَعْتَادُ الْمَسْجِدَ فَاشْهَدُوا لَهُ بِالْإِيمَانِ
“Apabila kalian melihat seseorang terbiasa pergi ke masjid, maka persaksikanlah bahwa ia adalah orang yang beriman.”
(HR. Tirmidzi)
Hadis ini menegaskan bahwa keterikatan seorang Muslim dengan masjid merupakan tanda keimanan yang hidup dan kuat dalam hatinya.
Makna dan Bentuk Memakmurkan Masjid
Memakmurkan masjid memiliki makna yang luas, meliputi dua aspek utama:
- Memakmurkan secara fisik, yaitu membangun, merawat, membersihkan, dan menyediakan sarana yang menunjang kenyamanan jamaah.
- Memakmurkan secara spiritual dan sosial, yakni menghidupkan masjid dengan sholat berjamaah, majelis ilmu, dakwah, pembinaan akhlak, kegiatan sosial, serta pemberdayaan umat.
Masjid yang makmur adalah masjid yang hidup dengan aktivitas ibadah dan ilmu, serta menjadi solusi bagi problem umat di sekitarnya.
Implikasi Memakmurkan Masjid dalam Kehidupan Umat
Masjid yang dimakmurkan akan melahirkan masyarakat yang berakhlak, bersatu, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Dari masjid, nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab ditanamkan secara berkelanjutan. Selain itu, masjid yang aktif juga menjadi benteng moral umat di tengah tantangan zaman modern.
Dengan memakmurkan masjid, umat Islam tidak hanya mendapatkan pahala besar di sisi Allah, tetapi juga membangun peradaban yang berlandaskan iman, ilmu, dan amal shaleh.
Penutup
Memakmurkan masjid adalah amanah besar yang telah ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi ﷺ. QS. At-Taubah ayat 18 dan berbagai hadis shahih menunjukkan bahwa masjid adalah simbol keimanan dan pusat pembinaan umat. Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya berperan aktif sesuai kemampuannya untuk menghidupkan masjid, agar masjid kembali menjadi jantung kehidupan umat Islam.
Referensi
- Al-Qur’an al-Karim, QS. At-Taubah: 18
- Shahih Bukhari
- Shahih Muslim
- Tafsir Ibnu Katsir